
Jakarta – Memilih makanan bergizi saja belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Cara mengombinasikan bahan makanan juga berperan penting karena dapat membantu meningkatkan penyerapan vitamin dan mineral.
Sebuah penelitian pada 2024 mengungkap masih banyak orang di dunia yang mengalami kekurangan mikronutrien. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh pola makan yang buruk, tetapi juga karena tubuh tidak mampu menyerap zat gizi secara optimal.
Penyerapan nutrisi dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi saluran pencernaan hingga cara menyajikan makanan. Kabar baiknya, beberapa pasangan makanan terbukti dapat saling melengkapi sehingga manfaat gizinya menjadi lebih maksimal.
Mengutip AOL, berikut lima kombinasi makanan yang dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik.
1. Bawang Putih dan Daging Merah
Bawang putih bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga membantu meningkatkan penyerapan sejumlah mineral penting.
Menurut ahli gizi sekaligus Kepala Layanan Diet di Cleveland Clinic London, Bini Suresh, senyawa sulfur dalam bawang putih membantu kerja enzim pencernaan sehingga penyerapan zat besi dan seng menjadi lebih efisien.
Karena daging merah merupakan sumber zat besi yang baik, memadukannya dengan bawang putih dapat membantu tubuh memperoleh manfaat nutrisi secara lebih optimal. Kombinasi ini banyak dijumpai pada hidangan seperti tumisan, semur, maupun saus berbahan daging.
2. Jahe dan Lemon
Jahe dan lemon sering dipadukan dalam minuman maupun bumbu masakan. Selain memberi rasa segar, keduanya juga saling melengkapi dalam mendukung penyerapan nutrisi.
Jahe diketahui membantu meningkatkan penyerapan beberapa mineral, seperti magnesium, seng, dan zat besi. Di sisi lain, lemon kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam meningkatkan penyerapan zat besi.
Selain membantu proses penyerapan nutrisi, jahe juga mendukung kesehatan saluran cerna dengan mengurangi peradangan dan memperlancar pencernaan. Kombinasi ini cocok dinikmati sebagai teh hangat, dressing salad, maupun bumbu marinasi.
3. Tomat dan Lentil
Bagi pelaku pola makan nabati, tomat dan lentil merupakan pasangan yang saling melengkapi.
Lentil menyediakan zat besi non-heme yang berasal dari tumbuhan, tetapi jenis zat besi ini relatif lebih sulit diserap tubuh. Kehadiran vitamin C dalam tomat membantu mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah dimanfaatkan.
Karena itu, hidangan seperti sup lentil tomat, saus berbahan tomat, maupun salad menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan asupan zat besi tanpa harus mengandalkan produk hewani.
4. Minyak Zaitun dan Sayuran Hijau
Sayuran hijau, seperti bayam maupun kale, mengandung vitamin A, E, dan K yang termasuk vitamin larut lemak.
Agar vitamin tersebut dapat diserap secara optimal, tubuh membutuhkan sedikit asupan lemak sehat. Penambahan minyak zaitun pada salad atau sayuran matang membantu meningkatkan penyerapan vitamin sekaligus karotenoid, seperti beta-karoten dan lutein.
Tak perlu dalam jumlah banyak, sedikit minyak zaitun sudah cukup membantu tubuh memanfaatkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran hijau.
5. Kunyit dan Lada Hitam
Kunyit dikenal kaya akan kurkumin, senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Namun, kurkumin sebenarnya sulit diserap tubuh apabila dikonsumsi sendiri.
Lada hitam mengandung piperin yang mampu meningkatkan penyerapan kurkumin secara signifikan. Karena alasan inilah kedua bahan tersebut sering dipadukan dalam berbagai masakan maupun minuman herbal.
Menambahkan sedikit lada hitam pada olahan berbahan kunyit dapat membantu tubuh memperoleh manfaat kurkumin secara lebih maksimal.
Mengombinasikan bahan makanan dengan tepat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas pola makan. Selain membuat cita rasa semakin lezat, pasangan makanan yang saling melengkapi juga membantu tubuh memanfaatkan nutrisi secara lebih efektif.