
Jakarta – Penderita hipertensi memang perlu lebih cermat dalam memilih makanan. Daging babi kerap dianggap harus dihindari karena beberapa jenis potongannya mengandung lemak dan natrium cukup tinggi. Namun, bukan berarti makanan tersebut sama sekali tidak boleh dikonsumsi.
Dengan memilih bagian daging yang lebih rendah lemak, membatasi bumbu tinggi garam, serta mengatur porsinya, daging babi masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.
Hipertensi sendiri merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat membuat kerja jantung semakin berat dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung dan stroke.
Karena itu, selain rutin beraktivitas fisik, pola makan juga perlu diperhatikan. Mengurangi makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori menjadi salah satu langkah penting.
Dikutip dari Everyday Health, berikut hal-hal yang perlu diketahui mengenai konsumsi daging babi bagi penderita tekanan darah tinggi.
Daging Babi Tetap Memiliki Nilai Gizi
Tidak semua daging babi memiliki kandungan lemak yang sama. Bagian yang lebih rendah lemak dapat menyediakan sejumlah nutrisi penting, termasuk protein, zat besi, vitamin, dan mineral.
Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun serta mempertahankan massa otot. Sementara itu, zat besi, folat, dan vitamin B12 berperan dalam proses pembentukan sel darah merah.
Dengan asupan yang tepat dan cara pengolahan yang lebih sehat, daging babi tidak selalu harus dihilangkan sepenuhnya dari menu.
Mengapa Perlu Dibatasi?
Masalah utama terletak pada jenis potongan dan cara pengolahannya. Beberapa produk daging babi memiliki kandungan natrium, lemak, dan kalori yang cukup tinggi.
Menurut USDA, sekitar 100 gram daging babi tanpa tulang mengandung sekitar 41 miligram natrium. Sebagai perbandingan, satu potong ham dengan lemak dapat mengandung sekitar 140 miligram natrium.
Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar konsumsi natrium tidak melebihi 2.300 miligram per hari, dengan batas ideal 1.500 miligram bagi banyak orang dewasa dengan tekanan darah tinggi.
Selain natrium, kelebihan kalori juga perlu diperhatikan. Asupan kalori yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan, sementara berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Tips Mengonsumsi Daging Babi dengan Lebih Sehat
1. Utamakan potongan rendah lemak
Jika ingin memasukkan daging babi ke dalam menu, pilih bagian yang lebih rendah lemak dan singkirkan lemak yang terlihat sebelum dimasak.
Daging sebaiknya tidak diberi tambahan garam secara berlebihan. Sebagai pengganti garam, gunakan rempah segar, herba, bawang, atau bumbu alami lainnya untuk memperkaya rasa.
Metode memasak seperti memanggang atau membakar juga dapat menjadi pilihan dibandingkan menggoreng menggunakan banyak minyak.
2. Waspadai saus dan marinasi
Bukan hanya dagingnya yang perlu diperhatikan. Saus dan bumbu marinasi juga dapat menjadi sumber natrium serta kalori tambahan.
Saus siap pakai tertentu memiliki kandungan garam atau gula yang cukup tinggi. Karena itu, pilih bumbu dengan komposisi yang lebih sederhana dan rendah natrium jika tersedia.
Membuat marinasi sendiri menggunakan rempah, herba, dan bahan segar dapat memudahkan pengaturan jumlah garam serta lemak yang digunakan.
3. Jangan makan dalam porsi besar
Jumlah yang dikonsumsi sama pentingnya dengan jenis daging yang dipilih. Menurut ahli Capozzi, satu porsi daging babi sekitar 80 gram atau kurang lebih sebesar setumpuk kartu.
Untuk menjaga asupan tetap terkendali, konsumsi daging babi sebaiknya dibatasi sekitar satu hingga dua porsi dalam seminggu.
Sementara itu, produk olahan seperti bacon, ham, dan sosis perlu mendapat perhatian lebih karena biasanya mengandung natrium yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi, sebaiknya dalam jumlah terbatas dan bukan sebagai menu utama sehari-hari.
Kesimpulan
Penderita hipertensi tidak selalu harus menghapus daging babi dari pola makan. Yang lebih penting adalah memilih bagian daging yang tepat, mengurangi tambahan garam dan saus tinggi natrium, menggunakan metode memasak yang lebih sehat, serta mengontrol porsinya.
Dengan pengaturan tersebut, konsumsi daging babi dapat dilakukan secara lebih bijak tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.