
Jakarta – Makanan yang terlihat segar dan bersih belum tentu sepenuhnya bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Beberapa bakteri dan parasit berukuran sangat kecil dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Risikonya dapat meningkat jika bahan makanan tidak dicuci dengan benar, air yang digunakan tidak bersih, atau daging dan ikan dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun kurang matang.
Dikutip dari Healthline, berikut beberapa jenis bakteri dan parasit yang dapat ditemukan pada bahan makanan sehari-hari beserta cara mengurangi risiko paparannya.
1. Cacing Pita
Cacing pita dapat menginfeksi manusia setelah mengonsumsi produk hewani yang mengandung larvanya dan belum dimasak secara sempurna. Daging sapi, babi, maupun ikan termasuk bahan makanan yang perlu diperhatikan.
Yang membuat infeksi cacing pita sulit dikenali adalah gejalanya tidak selalu muncul dengan jelas. Bahkan, seseorang dapat mengalami infeksi dalam waktu lama tanpa menyadarinya.
Jika gejala muncul, keluhan yang mungkin dirasakan antara lain sakit perut, penurunan berat badan, serta iritasi di sekitar anus.
Cara sederhana untuk menurunkan risikonya adalah memasak daging hingga matang dan mencuci buah serta sayuran sebelum dikonsumsi.
2. E. coli
Escherichia coli atau E. coli merupakan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Salah satu sumber yang perlu diwaspadai adalah daging yang belum matang sempurna.
Bakteri ini tidak dapat dikenali hanya dengan melihat, mencium, atau mencicipi makanan. Jika masuk ke tubuh, infeksi tertentu dapat menimbulkan keluhan seperti diare, sakit perut, muntah, dan demam.
Untuk mencegah kontaminasi, daging terutama ayam perlu dimasak hingga matang sempurna. Suhu bagian dalam daging setidaknya mencapai sekitar 71,1 derajat Celsius.
Selain itu, gunakan peralatan yang bersih dan jangan menggunakan talenan atau alat yang sama untuk bahan mentah dan makanan siap santap tanpa mencucinya terlebih dahulu.
3. Ascaris
Ascaris merupakan kelompok cacing gelang parasit yang dapat hidup di dalam usus manusia. Infeksi terjadi ketika telur cacing ikut tertelan, salah satunya melalui makanan yang telah terkontaminasi.
Buah dan sayuran yang ditanam di tanah dapat menjadi salah satu sumber paparan apabila tidak dicuci dengan baik sebelum dimakan.
Askariasis terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, pada kondisi tertentu penderita dapat mengalami sakit perut, mual, muntah, batuk, hingga kesulitan bernapas.
Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risikonya.
4. Giardia
Berbeda dari cacing dan bakteri, Giardia merupakan protozoa mikroskopis yang dapat menyebabkan infeksi bernama giardiasis.
Parasit ini dapat menyebar melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Infeksi Giardia biasanya menyerang sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare, perut kembung, kram, serta mual.
Menjaga kebersihan air minum dan memastikan bahan makanan diolah secara higienis menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.
Daging yang belum dimasak dengan baik juga perlu dihindari karena dapat menjadi salah satu sumber kontaminasi.
5. Cacing Pipih
Beberapa jenis cacing pipih dapat ditemukan pada ikan. Risiko infeksi terutama perlu diperhatikan ketika seseorang mengonsumsi ikan dalam keadaan mentah atau kurang matang.
Jenis parasit dan bagian tubuh yang terkena dapat menentukan gejala yang muncul. Keluhannya bisa berupa gangguan pencernaan dan dalam beberapa kasus baru terasa setelah waktu yang cukup lama.
Kabar baiknya, parasit tertentu dapat mati melalui proses pemasakan yang tepat. Karena itu, memasak ikan hingga matang merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi.
Cara Sederhana Mencegah Infeksi
Sebagian besar risiko paparan bakteri dan parasit pada makanan dapat ditekan dengan menerapkan kebersihan saat mengolah makanan. Cuci tangan sebelum memasak, bersihkan buah dan sayuran, gunakan air yang aman, serta pisahkan bahan mentah dari makanan yang sudah matang.
Daging dan ikan juga sebaiknya dimasak hingga matang sempurna. Hindari mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang jika kebersihan dan sumbernya tidak benar-benar terjamin.
Dengan menjaga kebersihan bahan serta proses pengolahan makanan, risiko masuknya bakteri maupun parasit ke dalam tubuh dapat diminimalkan.