
Sebuah pesawat kargo Boeing 737 dilaporkan hilang kontak saat menjalankan penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi, Pakistan. Sebelum komunikasi terputus, awak pesawat sempat menginformasikan adanya gangguan pada sistem navigasi ketika pesawat berada di wilayah lepas pantai Karachi.
Pesawat yang membawa lima awak tersebut kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara (ATC) pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 21.21 waktu setempat. Sebelumnya, sekitar pukul 21.18, pilot meminta bantuan setelah mendeteksi masalah teknis pada sistem navigasi.
Otoritas penerbangan Pakistan menyebut pesawat mengalami perubahan arah disertai penurunan ketinggian yang sangat cepat sebelum akhirnya menghilang dari radar. Saat kontak terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi, tepatnya di atas Laut Arab.
Pesawat tersebut dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berbasis di Karachi dan mulai beroperasi sejak 2018. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyampaikan bahwa mereka bekerja sama penuh dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan serta instansi terkait untuk mendukung proses investigasi dan pencarian.
K2 Airways juga mengungkap identitas lima awak yang berada di dalam pesawat dan berharap seluruh kru dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Untuk mempercepat proses pencarian, pemerintah Pakistan mengerahkan berbagai unsur, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara, guna menyisir area yang diduga menjadi lokasi hilangnya pesawat.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan, Boeing 737 tersebut sempat mengalami pola ketinggian yang tidak normal. Pesawat beberapa kali naik dan turun secara drastis sebelum akhirnya menukik tajam. Data awal dari Flightradar24 menunjukkan pesawat diduga jatuh ke laut di wilayah barat daya Karachi.
Laporan pelacakan juga memperlihatkan pesawat sempat kehilangan sekitar 5.000 kaki ketinggian dalam waktu kurang dari satu menit, kemudian kembali naik sekitar 6.000 kaki dalam hitungan detik sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam dari ketinggian sekitar 36.550 kaki.
Data terakhir yang terekam menunjukkan pesawat berada di ketinggian sekitar 1.100 kaki di atas permukaan laut dengan laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki per menit, kondisi yang dinilai sangat tidak wajar dan mengarah pada dugaan kecelakaan.
Menurut catatan registrasi penerbangan, Boeing 737 tersebut diproduksi pada 1999 dan awalnya digunakan sebagai pesawat penumpang sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.
Flightradar24 menyebut informasi yang tersedia mengindikasikan adanya kemungkinan kecelakaan. Namun, lembaga itu juga menjelaskan bahwa pesawat sempat mengalami gangguan pada Global Navigation Satellite System (GNSS) sesaat setelah lepas landas dari Sharjah sehingga dapat memengaruhi akurasi data pelacakan.
Hingga kini penyebab pasti insiden tersebut masih belum diketahui. Otoritas Pakistan terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah laut sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.