
Jakarta – Aroma tubuh seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kebersihan. Makanan yang dikonsumsi setiap hari, metabolisme tubuh, hingga bakteri yang hidup di permukaan kulit juga dapat berperan dalam menentukan bau keringat dan napas.
Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat membuat aroma tubuh menjadi lebih kuat. Pengaruhnya bahkan tidak selalu terasa melalui keringat, tetapi juga dapat muncul dari napas atau gas yang dikeluarkan tubuh.
Meski begitu, respons setiap orang terhadap makanan berbeda. Faktor genetik dan cara tubuh memproses zat tertentu juga dapat menentukan seberapa kuat aroma yang dihasilkan.
Mengutip NY Post, berikut beberapa makanan yang berpotensi memengaruhi aroma tubuh sekaligus cara untuk mengurangi efeknya.
1. Sayuran cruciferous
Brokoli, kol, kembang kol, dan kubis brussel merupakan contoh sayuran cruciferous yang dikenal kaya nutrisi. Namun, kelompok sayuran ini juga mengandung senyawa sulfur.
Saat dicerna, senyawa tersebut dapat menghasilkan aroma yang cukup kuat. Senyawa sulfur kemudian dapat keluar melalui keringat, napas, maupun gas dari saluran pencernaan.
Meski demikian, bukan berarti sayuran tersebut harus dihindari. Memasaknya terlebih dahulu, misalnya dengan cara direbus, dapat membantu mengurangi sebagian efek aroma yang dihasilkan.
2. Rempah-rempah
Bumbu seperti kari dan jinten memiliki senyawa volatil yang dapat memengaruhi aroma tubuh. Menurut Cleveland Clinic, sejumlah senyawa dari rempah dapat masuk ke aliran darah dan kemudian dikeluarkan melalui kelenjar keringat.
Selain itu, ahli gizi Palinski-Wade menjelaskan bahwa makanan pedas tertentu mengandung senyawa sulfur dan metabolit yang dapat berinteraksi dengan bakteri pada kulit. Hasilnya, aroma tubuh bisa menjadi lebih kuat.
Karena itu, jika seseorang menyadari bau badan semakin menyengat setelah mengonsumsi makanan pedas atau berbumbu kuat, jumlah konsumsinya dapat dikurangi.
3. Daging merah
Daging merah memang merupakan sumber protein, tetapi mengonsumsinya dalam jumlah banyak disebut dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang.
Protein dari daging merah sendiri tidak menghasilkan bau ketika keluar melalui keringat. Namun, proses interaksinya dengan bakteri yang terdapat pada kulit dapat menghasilkan aroma yang lebih kuat.
Penelitian yang diterbitkan dalam Chemical Senses pada 2006 juga menemukan adanya perbedaan aroma keringat antara wanita yang mengonsumsi daging merah dan mereka yang menjalani pola makan vegetarian.
4. Ikan
Ikan dikenal memiliki aroma amis yang khas. Dalam kondisi tertentu yang sangat jarang, konsumsi ikan dan makanan laut juga dapat menyebabkan aroma amis keluar dari tubuh.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa pada kondisi bernama trimethylaminuria, tubuh tidak mampu memproses senyawa tertentu secara normal. Kolin yang berasal dari makanan laut dapat diubah menjadi trimetilamin, senyawa yang memiliki bau menyerupai ikan.
Trimetilamin kemudian dapat dikeluarkan melalui napas dan keringat. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan konsumsi makanan lain seperti kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kacang tanah, dan produk kedelai.
Namun, kondisi tersebut sangat langka sehingga mayoritas orang tidak perlu menghindari ikan hanya karena khawatir mengalami bau badan.
5. Apel, yoghurt, dan teh hijau
Selain mengurangi makanan tertentu, pilihan makanan juga dapat diarahkan pada bahan yang berpotensi membantu menjaga aroma tubuh tetap segar.
Palinski-Wade menyarankan peningkatan konsumsi air, buah, dan sayuran serta mengurangi makanan tinggi sulfur, daging merah, dan makanan pedas secara berlebihan.
Beberapa makanan yang dapat dipertimbangkan antara lain apel, sayuran berdaun hijau, yoghurt, dan teh hijau. Makanan tersebut dipercaya dapat membantu mendukung keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan dan mengurangi senyawa yang berkontribusi terhadap aroma tidak sedap.
Selain makanan, kebersihan tubuh tetap menjadi faktor utama. Mandi secara rutin, menggunakan sabun yang sesuai, serta mengenakan pakaian berbahan ringan dan mampu menyerap keringat dapat membantu menjaga tubuh tetap segar.
Jadi, tidak semua orang akan mengalami perubahan bau badan setelah menyantap makanan tertentu. Jika aroma tubuh terasa semakin kuat setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, memperhatikan pola makan dan mencatat makanan yang menjadi pemicunya dapat membantu menemukan penyebabnya.