
Jakarta – Kopi dan matcha sama-sama dikenal sebagai minuman yang bisa membantu meningkatkan energi berkat kandungan kafeinnya. Namun, meski memiliki senyawa yang sama, efek yang diberikan keduanya pada tubuh ternyata tidak sepenuhnya serupa.
Kafein merupakan stimulan alami yang ditemukan pada sejumlah tanaman. Senyawa dari kelompok alkaloid xantina ini bekerja dengan memengaruhi otak dan sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan rasa waspada.
Kopi menjadi salah satu sumber kafein paling populer. Sementara itu, matcha merupakan bubuk teh hijau yang dibuat secara khusus dari daun teh muda.
Lantas, antara kopi dan matcha, mana yang sebenarnya mengandung lebih banyak kafein?
1. Kandungan Kafein Kopi dan Matcha
Jumlah kafein dalam minuman tidak hanya ditentukan oleh bahannya, tetapi juga bergantung pada takaran yang digunakan saat penyajian.
Matcha disebut mengandung sekitar 19 hingga 44 mg kafein per gram. Karena biasanya disajikan menggunakan sekitar 2 sampai 4 gram bubuk matcha, kandungan kafein dalam satu sajian dapat berkisar antara 38 hingga 176 mg.
Sementara itu, secangkir kopi berukuran sekitar 240 ml yang dibuat menggunakan kurang lebih 10 gram kopi umumnya dapat mengandung sekitar 100 mg kafein.
Artinya, kandungan kafein keduanya bisa berbeda-beda tergantung jenis produk dan jumlah bahan yang digunakan.
2. Kopi Memberikan Energi Lebih Cepat
Kafein dalam kopi dikenal dapat memberikan efek yang cukup cepat pada tubuh. Setelah dikonsumsi, banyak orang merasakan peningkatan energi dan kewaspadaan dalam waktu relatif singkat.
Namun, dorongan energi dari kopi cenderung berlangsung lebih singkat. Efeknya disebut dapat terasa sekitar satu hingga dua jam sebelum perlahan berkurang.
Karena itu, kopi sering menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan dorongan energi secara cepat, terutama saat merasa lelah atau mengantuk.
3. Energi dari Matcha Cenderung Lebih Stabil
Berbeda dengan kopi, matcha sering dikaitkan dengan peningkatan energi yang lebih perlahan dan stabil.
Salah satu alasannya adalah keberadaan L-theanine, yaitu asam amino yang terkandung dalam daun teh.
Kombinasi antara kafein dan L-theanine membuat efek energi dari matcha dapat terasa lebih tenang dan berlangsung lebih lama. Efek tersebut disebut bisa bertahan sekitar empat hingga lima jam.
4. Perbedaan Efek Samping
Selain memberikan energi, konsumsi kafein juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang.
Pada kopi, lonjakan energi yang lebih cepat terkadang dapat disertai rasa gelisah, cemas, atau sensasi tidak nyaman, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Sementara itu, L-theanine dalam matcha dipercaya dapat membantu memberikan efek yang lebih menenangkan. Senyawa ini bekerja bersama kafein untuk mendukung kewaspadaan tanpa memberikan lonjakan energi yang terlalu drastis.
Jadi, Mana yang Lebih Banyak Kafeinnya?
Tidak ada jawaban mutlak karena kandungan kafein sangat bergantung pada jenis kopi atau matcha serta jumlah yang digunakan dalam satu sajian.
Dalam takaran tertentu, secangkir matcha bahkan bisa memiliki kandungan kafein yang setara atau lebih tinggi dibandingkan kopi.
Namun, perbedaan utama keduanya bukan hanya terletak pada jumlah kafein. Kopi cenderung memberikan dorongan energi yang lebih cepat dan kuat, sedangkan matcha menawarkan efek kewaspadaan yang lebih stabil berkat kombinasi kafein dan L-theanine.
Apa pun pilihannya, kopi maupun matcha sebaiknya tetap dikonsumsi dalam jumlah wajar agar manfaatnya bisa diperoleh tanpa meningkatkan risiko efek samping akibat terlalu banyak kafein.