Gunung api dikategorikan ke dalam beberapa tingkat status, mulai dari normal, waspada, siaga, hingga awas. Ketika sebuah gunung api naik ke level siaga, itu berarti aktivitas vulkaniknya sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko letusan. Pada tingkat ini, masyarakat di sekitar gunung harus lebih waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan bahaya.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan status gunung api meliputi:
- Peningkatan aktivitas seismik dan getaran tanah
- Perubahan bentuk gunung (misalnya deformasi atau kenaikan lereng)
- Munculnya gas vulkanik secara intensitas tinggi
- Munculnya letusan kecil atau letusan asap yang cukup tebal
Dampak dan Risiko Jika Gunung Api Berada di Level Siaga
Naiknya status ke level siaga menandakan potensi letusan yang lebih besar. Dampaknya bisa meliputi:
- Erupsi kecil hingga besar yang mengeluarkan abu vulkanik dan lava
- Bahaya bagi penduduk dan infrastruktur di sekitar gunung
- Risiko terjadi aliran lava, awan panas, dan lahar dingin
- Gangguan penerbangan dan aktivitas di daerah sekitarnya