Dalam beberapa minggu terakhir, harga telur alami mengalami penyesuaian yang cukup signifikan di pasar. Perubahan ini tersebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga fluktuasi permintaan dan pasokan. Akibatnya, banyak konsumen mulai mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein harian mereka tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Kenaikan harga pakan ayam dan biaya tenaga kerja turut mempengaruhi harga telur di pasaran. Peternak harus menyesuaikan harga jual mereka agar tetap bertahan.
Musim tertentu dan kondisi cuaca ekstrem menyebabkan pasokan telur tidak stabil. Selain itu, meningkatnya permintaan selama bulan tertentu juga mempengaruhi harga.
Kebijakan impor dan regulasi terkait bahan baku pakan serta subsidi peternak turut berperan dalam penyesuaian harga telur.
Kenaikan harga telur membuat sebagian masyarakat merasa terbebani, terutama keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah. Mereka mulai mencari alternatif yang lebih ekonomis agar tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.
Kedelai dan tahu menjadi pilihan populer sebagai sumber protein nabati yang murah dan bernutrisi tinggi.
Meskipun harganya juga meningkat, telur puyuh biasanya lebih murah per butir dan dapat dijadikan pengganti telur ayam dalam berbagai resep.
Daging ayam, ikan, dan daging sapi juga menjadi alternatif, tergantung dari harga dan ketersediaan di pasar setempat.
Tips Menghemat Pengeluaran untuk Kebutuhan Protein
- Belilah dalam jumlah besar saat promo.
- Pilih produk lokal yang lebih murah dan segar.
- Diversifikasi sumber protein agar tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan.