media tradisional seperti surat kabar, televisi, dan radio pernah menjadi sumber utama informasi dan hiburan bagi masyarakat. Namun, dengan munculnya teknologi digital dan media sosial, tren ini mulai mengalami perubahan drastis.
Kemunculan platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok memungkinkan siapa saja untuk menjadi produsen dan penyebar berita. Informasi dapat menyebar secara cepat dan luas tanpa kendali dari media konvensional.
Generasi muda lebih suka mengakses berita dan hiburan melalui perangkat digital. Mereka cenderung mengandalkan sumber yang cepat, interaktif, dan personal terbandingkan media tradisional yang bersifat satu arah.
Media tradisional seringkali memakan waktu dalam proses penyajian berita, sedangkan media digital mampu menyajikan informasi secara real-time. Hal ini membuat mereka tertinggal dalam hal kecepatan dan respons terhadap isu terkini.
Media tradisional memiliki kendali penuh terhadap isi yang mereka sajikan, tetapi di dunia digital, informasi bersifat fluid dan sulit dikendalikan. Misinformasi dan hoaks pun lebih mudah menyebar tanpa filter yang ketat.