
Pepaya Bisa Bantu Lancarkan BAB, Ini Bukan Sekadar karena Kandungan Serat
Jakarta – Pepaya kerap menjadi pilihan ketika seseorang mengalami sulit Buang Air Besar (BAB). Buah berwarna oranye ini bahkan sering dianggap sebagai pencahar alami karena dapat membantu membuat proses BAB lebih lancar.
Namun, manfaat tersebut ternyata tidak hanya berkaitan dengan serat. Ada beberapa komponen dalam pepaya yang bekerja secara bersamaan untuk mendukung proses pencernaan.
Salah satu yang sering dibahas adalah papain, yakni enzim yang terdapat dalam pepaya. Enzim ini termasuk kelompok enzim proteolitik yang membantu memecah protein menjadi bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diproses oleh tubuh.
Tiga Komponen yang Berperan
Efek pepaya terhadap kelancaran BAB tidak berasal dari satu kandungan saja. Setidaknya terdapat tiga komponen yang saling mendukung, yaitu enzim, serat, dan air.
1. Enzim papain
Papain membantu proses pemecahan protein dalam makanan. Dengan protein yang lebih mudah diuraikan, proses pencernaan dapat berlangsung dengan lebih optimal.
2. Serat
Pepaya menyediakan serat larut dan serat tidak larut. Serat tersebut memiliki peran penting dalam sistem pencernaan, termasuk membantu membuat tekstur tinja lebih lunak serta mendukung pergerakan isi usus.
3. Air
Selain serat, kandungan air dalam pepaya juga berkontribusi. Buah ini memiliki kadar air yang tinggi, sekitar 88 persen dari bobotnya. Asupan cairan yang cukup dapat membantu menjaga feses agar tidak terlalu keras.
Jadi, anggapan bahwa pepaya melancarkan BAB sama sekali tidak berkaitan dengan serat kurang tepat. Serat tetap merupakan salah satu faktor penting, sementara papain dan kandungan air turut memberikan dukungan.
Papain Termasuk Enzim Proteolitik
Chef sekaligus personal health coach, Edwin Lau, sebelumnya turut membahas manfaat pepaya sebagai pencahar alami melalui unggahan di akun Instagram miliknya, @chefedwinlau.
Menurut penjelasannya, efek pepaya tidak hanya berasal dari serat. Enzim proteolitik yang terdapat di dalam buah juga memiliki peran dalam proses pencernaan.
Secara sederhana, enzim dapat dianalogikan seperti kunci yang hanya dapat membuka gembok tertentu. Artinya, masing-masing jenis enzim bekerja terhadap zat atau senyawa tertentu dalam proses pencernaan.
Dalam kasus enzim proteolitik, target utamanya adalah protein dan peptida. Kelompok enzim ini juga dimanfaatkan dalam industri pangan untuk membantu mengempukkan daging.
Selain papain yang berasal dari pepaya, terdapat sejumlah enzim proteolitik lain yang ditemukan pada buah berbeda. Bromelain misalnya, terdapat pada nanas, sedangkan actinidin ditemukan pada kiwi dan ficin pada buah ara.
Perlukah Buah Dikonsumsi Mentah?
Edwin Lau juga menyoroti cara mengonsumsi buah untuk mendapatkan manfaat dari enzimnya. Menurutnya, sumber enzim sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah karena pemanasan dapat merusak enzim.
Buah-buahan pun menjadi salah satu sumber enzim yang dapat dikonsumsi tanpa melalui proses pemasakan.
Meski demikian, tingkat kematangan buah juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan memilih kondisi buah yang berada pada tingkat kematangan yang pas, tidak terlalu mentah tetapi juga tidak kelewat matang.
Ketika buah semakin matang, kandungan gulanya cenderung meningkat. Di sisi lain, kadar enzim, vitamin, dan antioksidan dapat mengalami penurunan.
Dengan demikian, manfaat pepaya untuk membantu melancarkan BAB tidak bisa dikaitkan dengan satu kandungan saja. Serat, papain, dan kadar air yang tinggi bekerja dengan peran masing-masing untuk mendukung sistem pencernaan.